25 desember merupakan hari besar keagamaan umat kristiani. Pohon natal tentu menjadi barang wajib di setiap sudut ruangan terhias dengan kelap kelip lampu yang cantik. Bicara soal pohon natal, dalam dunia sepakbola pernah ada satu klub yang kala itu menjadi tim terbaik di daratan Eropa dan dunia dengan menggunakan formasi "pohon natal".
Kembali ke musim 2006/2007 sang raksasa asal Italia, yakni Ac Milan menjadi tim yang superior dengan menjuarai Liga Champions di tangan Carlo Ancelotti menggunakan formasi 4-2-3-1 atau biasa disebut formasi pohon natal. Seperti dilansir dari Dailymail.co.uk (23/12/17)
Pertahanan :

Di jantung pertahanan Milan berdiri dua pilar sepakbola Italia. Duet Paolo Maldini dan Alessandro Nesta bak batuan jenis Granit yang keras, kuat lagi kokoh. Jika salah satu dari mereka absen dalam pertandingan, Ancelotti masih punya pilihan lain yang tak kalah berkelas yaitu Alessandro Costacurta.
Di musim 2006/07 Cafu sudah memasuki akhir kariernya namun kemampuan yang dimiliki saat itu sangat luar biasa dimana sangat cepat untuk naik - turun membantu penyerangan. Mengingat Milan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang lemah dari sisi sayap namun Cafu dapat meng-covernya bersama Marek Jankulovski .
Lini tengah :

Ketika Tim lawan ingin memasuki area pertahanan Ac Milan, mereka harus lebih dulu melewati 2 gelandang pengangkut air Ambrosini dan Gatusso. Dua penjaga lini tengah dengan kekuatan fisiknya yang tak kenal kompromi, dipadu dengan permainan lembut namun mematikan dari Andrea Pirlo rasanya sangat sempurna kala itu sektor tengah I Rossoneri.
Carlo Ancelotti dulu punya dua pemain bertipikal "nomer 10" di skuadnya. Seedorf dan Kaka menjadi Playmaker dan berkolaborasi sangat baik dalam membangun serangan.
Depan :
Ac milan dulu pernah mengandalkan striker tak istimewa serta mempunyai skills biasa - biasa saja namun melegenda. Ya, Filipo Inzaghi seorang pemain yang tidak memiliki dribble bola yang oke, tendangan tak keras namun memiliki insting predator di depan gawang. Pergerakan tanpa bola yang luar biasa ditambah jurus andalan yang ia miliki yaitu mampu lolos dari jebakan offside membuat Super Pippo mampu merepotkan pertahanan lawan. Saat melatih Inter Milan, Jose Mourinho pernah mengatakan, “AC Milan boleh memasang 11 penyerang tapi jangan Inzaghi, karena dia akan sangat merepotkan kami.”
Selain Inzaghi, Milan kedatangan Ronaldo da Lima Yang tiba pada bulan Januari dari Real Madrid. Cuma mencetak 9 gol dalam 20 laga selama dua musim di San Siro menunjukkan Ronaldo tak lagi mampu bersaing di level teratas.
Kehebatan formasi pohon natal ala Carlo Ancelotti di tahun 2006/07 mampu menaklukkan Eropa dan kejuaraan dunia antar klub namun tak begitu sukses di Italia.
.
Tim asuhan Ancelotti finis di posisi keempat di Serie A, 36 poin tertinggal dari sang kampiun Liga Inter Milan. Di Coppa Italia juga berakhir dengan kekecewaan setelah takluk oleh AS Roma 5-3.
Kembali ke musim 2006/2007 sang raksasa asal Italia, yakni Ac Milan menjadi tim yang superior dengan menjuarai Liga Champions di tangan Carlo Ancelotti menggunakan formasi 4-2-3-1 atau biasa disebut formasi pohon natal. Seperti dilansir dari Dailymail.co.uk (23/12/17)
Pertahanan :

Di jantung pertahanan Milan berdiri dua pilar sepakbola Italia. Duet Paolo Maldini dan Alessandro Nesta bak batuan jenis Granit yang keras, kuat lagi kokoh. Jika salah satu dari mereka absen dalam pertandingan, Ancelotti masih punya pilihan lain yang tak kalah berkelas yaitu Alessandro Costacurta.
Di musim 2006/07 Cafu sudah memasuki akhir kariernya namun kemampuan yang dimiliki saat itu sangat luar biasa dimana sangat cepat untuk naik - turun membantu penyerangan. Mengingat Milan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang lemah dari sisi sayap namun Cafu dapat meng-covernya bersama Marek Jankulovski .
Lini tengah :

Ketika Tim lawan ingin memasuki area pertahanan Ac Milan, mereka harus lebih dulu melewati 2 gelandang pengangkut air Ambrosini dan Gatusso. Dua penjaga lini tengah dengan kekuatan fisiknya yang tak kenal kompromi, dipadu dengan permainan lembut namun mematikan dari Andrea Pirlo rasanya sangat sempurna kala itu sektor tengah I Rossoneri.
Carlo Ancelotti dulu punya dua pemain bertipikal "nomer 10" di skuadnya. Seedorf dan Kaka menjadi Playmaker dan berkolaborasi sangat baik dalam membangun serangan.
Depan :
Ac milan dulu pernah mengandalkan striker tak istimewa serta mempunyai skills biasa - biasa saja namun melegenda. Ya, Filipo Inzaghi seorang pemain yang tidak memiliki dribble bola yang oke, tendangan tak keras namun memiliki insting predator di depan gawang. Pergerakan tanpa bola yang luar biasa ditambah jurus andalan yang ia miliki yaitu mampu lolos dari jebakan offside membuat Super Pippo mampu merepotkan pertahanan lawan. Saat melatih Inter Milan, Jose Mourinho pernah mengatakan, “AC Milan boleh memasang 11 penyerang tapi jangan Inzaghi, karena dia akan sangat merepotkan kami.”
Selain Inzaghi, Milan kedatangan Ronaldo da Lima Yang tiba pada bulan Januari dari Real Madrid. Cuma mencetak 9 gol dalam 20 laga selama dua musim di San Siro menunjukkan Ronaldo tak lagi mampu bersaing di level teratas.
Kehebatan formasi pohon natal ala Carlo Ancelotti di tahun 2006/07 mampu menaklukkan Eropa dan kejuaraan dunia antar klub namun tak begitu sukses di Italia.
.
Tim asuhan Ancelotti finis di posisi keempat di Serie A, 36 poin tertinggal dari sang kampiun Liga Inter Milan. Di Coppa Italia juga berakhir dengan kekecewaan setelah takluk oleh AS Roma 5-3.



